Belajar Matematika Sulit? silahkan pelajari tipnya sob - Bagi
sebagian siswa, pelajaran matematika SMA kerap dianggap sebagai salah
satu mata pelajaran yang menjadi momok menakutkan. Hal ini karena pada
pelajaran tersebut, siswa kerap mendapatkan nilai di bawah ketentuan
minimal yangg berlaku. Baik itu untuk ulangan harian, kenaikan kelas
atau juga untuk penentuan kelulusan.
Apalagi, dalam sistem pendidikan baru dimana untuk menentukan kelulusan
seorang siswa harus memiliki nilai diatas ketentuan minimal yang berlaku
untuk semua pelajaran dari tiga pelajaran yang diujikan. Jika salah
satu pelajaran tersebut memiliki nilai dibawah ketentuan, maka siswa
yang bersangkutan akan dinyatakan tidak lulus ujian.
Salah satu materi yang kerap menjadi batu sandungan kelulusan tersebut adalah pelajaran Matematika SMA.
Akibatnya, pelajaran ini dianggap sebagai sebuah pelajaran yang
menyeramkan dan siswa pun kurang bisa mengikutinya dengan optimal.
Mengapa demikian?
Penyebab Ketakutan
Ada beberapa penyebab yang menjadikan seorang siswa kurang bisa
mengikuti pelajaran matematika SMA dengan baik. Diantaranya adalah :
1. Adanya stigma yang salah terhadap pelajaran matematika SMA,. sehingga sebelum pelajaran berlangsung sudah muncul dismotivasi dari siswa yang bersangkutan.
2. Kurang suka dengan guru pengajar. Hal ini bersifat subyektif, dimana
bagi sebagian siswa faktor guru pengajar berpengaruh terhadap minat
mereka dalam mengikuti pelajaran yang berlangsung.
3. Atittude dari guru. Sikap guru yang kurang kooperatif dalam mengajar,
menjadi salah satu penyebab turunnya semangat belajar siswa. Seperti
adanya guru yang memasang muka seram, jarang tersenyum atau mudah marah
menjadikan siswa akan sulit menerima pelajaran. Karena kondisi yang
terbangun di dalam kelas menjadi kurang santai dan lebih didominasi
ketegangan.
4. Pelajaran matematika SMA lebih banyak menggunakan angka abstrak.
Sehingga siswa akan kesulitan untuk membuat gambaran khususnya dalam
penerapan di kehidupan nyata.
5. Penggunaan rumus yang terlalu banyak, menjadikan siswa bingung untuk
menangkap materi yang diajarkan. Bahkan terkadang siswa belum mengerti
mengenai sebuah materi, namun sudah diberikan materi ajar yang lain.
Sehingga pemahaman siswa kurang matang dan cenderung mudah lupa.
6. Ketakutan jika jawaban yang diberikan atas soal yang dihadapi adalah
salah. Hal ini terkait dengan situasi dimana pelajaran matematika
merupakan pelajaran eksakta yang membutuhkan ketepatan dalam setiap soal
ujian. Dengan demikian, jawaban yang salah akan berarti gagal. Ini
berbeda dengan pelajaran sosial yang lebih menggunakan pendekatan dan
penalaran, sehingga sebuah soal ujian tidak perlu dijawab dengan tepat
dan sama persis. Yang paling penting adalah inti dari jawaban tersebut
bisa menjawab dari soal yang diberikan.
Dari uraian ini, didapat kesimpulan bahwa pada dasarnya untuk bisa belajar matematika SMA
diperlukan kerjasama dua pihak. Antara guru dan siswa harus memiliki
kesamaan cara pandang dalam mempelajari semua materi yang ada dalam
pelajaran tersebut.
Selain itu, siswa perlu diberikan pemahaman yang benar mengenai
pelajaran matematika tersebut. Siswa harus menyadari, bahwa pelajaran
matematika adalah sebuah pelajaran yang sama seperti pelajaran lainnya.
Tidak ada yang tidak bisa dipecahkan selama seorang siswa mau belajar
dengan baik dan benar.
Selain itu, siswa harus memiliki keberanian dan kepercayaan diri dalam
menjawab setiap soal yang ada. Siswa tidak boleh mengedepankan rasa
takut salah dalam menjawab soal tersebut. Karena kesalahan dalam
menjawab, bukanlah sebuah keburukan atau kegagalan. Namun, hal tersebut
justru bisa menjadikan seorang siswa akan lebih memahami materi tersebut
dan memperdalam konsep matematika dan analisa soal.
Seorang guru pun harus mengedepankan sikap paternalis dalam mengajar.
Siswa yang salah dalam menjawab atau belum memahami materi, tidak perlu
disikapi dengan kasar. Sebaliknya, guru harus bisa mengedepankan sikap
yang menimbulkan simpati dari para siswa. Sehingga siswa bisa memiliki
ketertarikan dalam belajar matematika tersebut.
Seorang siswa yang dimarahi karena kesalahan atau belum memahami materi
soal, bisa berdampak hilangnya minat belajar matematika. Bahkan pada
beberapa kasus, hal ini menjadikan seorang siswa membenci pelajaran
matematika secara berlebihan. Jika dibiarkan hal ini akan menimbulkan
terjadinya mathematic disorder, dimana seseorang yang mengalami gangguan
ini akan memiliki kemampuan matematika yang lebih rendah dibandingkan
anak normal lain seusianya.
Mereka yang mengalami gangguan ini, tidak akan bisa mengerjakan soal
matematika yang paling sederhana sekalipun. Sehingga pada nantinya hal
ini akan berdampak pada hilangnya kemampuan pada analisa berhitung di
kehidupannya dalam jangka panjang.
Demikian seriusnya dampak atas ketakutan ini jika tidak diperhatikan,
menjadikan semua pihak harus duduk bersama sama dalam menentukan proses
belajar mengajar yang efektif dan efisien. Yang paling utama dilakukan
adalah menanamkan kesadaran akan pentingnya pelajaran matematika dan
juga menghilangkan ketakutan mendasar pada pelajaran tersebut. Selain
itu, guru bisa menggunakan alat bantu yang bisa dilihat oleh siswa
sehingga siswa tidak hanya membayangkan hal abstrak dalam pelajaran
tersebut. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam merubah pola pikir siswa
terhadap pelajaran matematika.
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar kita mudah mempelajari materi matematika SMA ini. Diantaranya adalah :
1. Banyak berlatih dengan menggunakan soal yang berlainan secara rutin.
Sehingga akan menimbulkan pemahaman pada sebuah materi pelajaran.
2. Bertanya kepada guru atau teman lain apabila belum memahami sebuah materi.
3. Membuat tulisan pada kertas tentang materi matematika dan
menempelkennya di tempat yang mudah terlihat. Dengan demikian, kita akan
hafal sebuah materi seperti rumus tanpa perlu menghafalkannya.
4. Belajar bersama. Dengan demikian, kita bisa berdiskusi dengan pihak lain serta menghilangkan kejenuhan belajar.
